11 Juni 2015

Etika dalam Bermasyarakat



Seperti yang pernah dibahas sebelumnya,  Etika adalah suatu elemen penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik atau etis, serta menjadi pedoman hidup dalam hal berperilaku sehari-hari.
Etika sendiri mengacu pada nilai, norma, standar, aturan, dan kesepakatan manusia yang sudah dibuat dalam waktu yang panjang, sehingga dapat membuat manusia semakin berkembang setiap waktunya.

4 Mei 2015

Pembahasan UU no.36 Tahun 1999 Mengenai Telekomunikasi



UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1999 TENTANG TELEKOMUNIKASI

BAB I
KETENTUAN UMUM
PASAL 1
(8)   Penyelenggara telekomunikasi adalah perseorangan, koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), badan usaha swasta, instansi pemerintah, dan instansi pertahanan keamanan negara

Undang-undang mengenai telekomunikasi, pada bab I, pasal 1, pada poin ke 8 dinyatakan seperti kalimat diatas. Yang dimaksud dari pernyataan diatas adalah bahwa yang disebut sebagai penyelenggara telekomunikasi dalam undang-undang telekomunikasi nomor 36, tahun 1999 adalah individu atau perseorangan, koperasi, BUMD, BUMN, badan usaha swasta, instansi pemerintah, dan instansi pertahanan keamanan negara.



BAB III
PEMBINAAN
Pasal 4
(1)   Telekomunikasi dikuasai oleh Negara dan pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah.

Segala jenis telekomunikasi di negara Indonesia, diatur oleh pemerintah negara, pembinaannya juga dilakukan oleh pemerintah, karena pemerintah yang lebih mengetahui telekomunikasi yang baik atau tidak bagi masyarakatnya. Misalkan website pornografi di negara-negara maju tidak ada pemblokiran atau legal, namun di Indonesia, website-website pornografi ini dinyatakan sebagai ilegal atau melanggar hukum, sehingga pemerintah mengatur kebijakan agar segala website yang berbau pornografi diblokir.


Sumber : Bappenas

1 April 2015

Kode Etik Tertulis Jaksa




berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : PER-067/A/JA/07/2007 ,
kode etik profesi Jaksa terbagi antara lain : 

4 Maret 2015

Pengertian Etika





            Etika adalah suatu elemen penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik atau etis, serta menjadi pedoman hidup dalam hal berperilaku sehari-hari.

23 Desember 2014

Merry Christmas 2014

Merry Christmas 2014
Merry Christmas untuk kita semua yang merayakan. Semoga dengan perayaan Natal ini, Hari Kelahiran Tuhan Yesus bisa menjadikan iman kita semakin hari semakin kuat, hidup kita semakin diberkati, rejeki dan kesehatan juga selalu diangkat tidak dijatuhkan. Sekali lagi Selamat Natal tahun 2014, Tuhan memberkati...

7 Desember 2014

Analisa Untuk ATM Bank BRI


Kualitas ATM Bank BRI
A.    Penampilan (Tangibles)
ATM Bank BRI ini terletak di Institut Teknologi Indonesia, Serpong. Mesin ATM ini menyediakan uang dengan pecahan nominal Rp. 50.000. Dari segi penampilan, ATM BRI ini cukup baik, karena kebersihannya terjaga, terdapat tempat sampah disamping mesin ATM, dan untuk keamanannya, terdapat sebuah cctv di atas mesin ATM ini, namun tidak ada personel yang menjaga lingkungan ATM tersebut.
 
(Gambar ATM Bank BRI) 

B.     Kehandalan (Reliability)
Pada mesin ATM Bank BRI ini, pengguna bisa memilih bahasa yang akan digunakan dalam melakukan transaksi, terdapat 2 bahasa, yaitu Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Hal ini memudahkan bagi para pengguna yang akan melakukan transaksi dengan bahasa yang mereka mengerti. Dari menu utama, terdapat beberapa sub-menu transaksi yang secara umum dilakukan oleh pengguna. Misalkan penarikan tunai, transfer, pembelian, info rekening, pembayaran, ubah PIN, lainnya, dan keluar.
(Gambar Menu Utama ATM BRI)

C.    Daya Tanggap (Responsiveness)
Pada ATM BRI ini, masing-masing menu berfungsi dengan baik tanpa adanya error, dan juga tidak terjadi lag atau hang ketika dijalankan. Setiap fungsi berjalan dengan cepat dan tanggap, dalam arti pada saat pengguna menekan tombol untuk memilih menu transaksi, dengan cepat mesin memproses input pengguna tersebut.
D.    Kepastian (Assurance)
ATM BRI ini memberikan toleransi kesalahan memasukkan PIN sebanyak tiga kali kepada para pengguna. Jadi apabila tiga kali kesempatan memasukkan PIN yang benar tidak terpenuhi, maka dengan sekejap kartu ATM BRI pengguna tersebut akan diblokir dan tidak bisa digunakan sementara waktu, dan untuk mengaktifkan kembali, maka pengguna harus pergi ke kantor Bank BRI.
(Gambar Saat Salah Memasukkan PIN)


E.     Kepedulian (Emphaty)
Saat memasukkan kartu ATM BRI kedalam mesin ATM ini, maka sesaat sebelum memasukkan PIN, pada layar mesin tersebut akan menampilkan tips aman dalam bertransaksi di ATM, hal ini sebagai wujud kepedulian Bank BRI dalam memberikan keamanan dan kenyamanan kepada nasabahnya yang melakukan transaksi melalui ATM

Perhitungan Analisis Kualitas Layanan ATM Bank BRI
Perhitungan analisis kualitas layanan ATM Bank BRI dibagi dalam 6 faktor, dengan 17 kriteria. Berikut ini adalah tabel hasil analisa kualitas layanan ATM Bank BRI pada masing-masing kriteria :

Tabel Indikator Bank BRI
·         Correctness
o   Analisis Faktor Completeness dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 45%,  karena pada mesin ATM BRI ini memenuhi 8 dari 9 indikator yang telah ditentukan, pada ATM BRI cabang ini, tidak menyediakan layanan untuk setor tunai.
o   Analisis Faktor Consistency dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 20,8%, karena dalam penggunaan operasional mesin ATM ini, disediakan 2 bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia, tetapi terdapat beberapa kata dalam bahasa Inggris yang digunakan dalam pengoperasian bahasa Indonesia, sehingga nilai untuk penggunaan bahasa diberikan nilai 0,5. Namun dari segi tampilan layar, latar belakang layar berwarna biru, dengan warna putih pada tulisannya di menu apapun.
o   Analisis Faktor Traceability dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah  30%, karena pada layanan yang disediakan didalam menu layanan pembayaran, telah memenuhi semua indikator yang sudah ditentukan, seperti pembayaran listrik, air melalui PAM/PDAM, kredit, telepon melalui Telkom, dan sebagainya.
·         Usability
o   Analisis Faktor Communicativeness dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 20%, karena interaksi mesin ATM dengan pengguna masih tergolong kurang, karena tidak menggunakan suara, hanya terdapat tampilan berupa gambar dan teks ketika memasukkan kartu hingga muncul perintah untuk memasukkan PIN, dan pada saat kartu keluar namun belum ditarik atau diambil oleh pengguna.
o   Analisis Faktor Operability dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 35%, artinya untuk pengoperasian mesin ATM ini, sudah memiliki semua indikator yang ditentukan, yaitu 4 tombol sebelah kanan dan kiri layar, terdapat tombol input angka, cancel, enter, dan clear atau correction.
o   Analisis Faktor Training dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 35%, karena menu-menu yang ditampilkan pada menu utama mesin ATM ini sudah tersistematis, sehingga bagi pengguna yang baru mencoba menggunakan mesin ATM BRI ini tidak akan merasa kesulitan untuk mengakses setiap menu yang disediakan oleh mesin ini karena dilengkapi petunjuk-petunjuk.
·         Integrity
o   Analisis Faktor Access Control dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 100%, karena untuk menu transfer, nominal minimal yang diperbolehkan oleh pihak Bank BRI adalah Rp. 10.000,- sehingga apabila kurang dari itu, maka mesin akan menampilkan tulisan berupa informasi kesalahan masukan nominal. Dan jumlah maksimal pengambilan tunai adalah Rp. 1.000.000,- untuk sekali transaksi melalui mesin ATM ini. Apabila terjadi kesalahan PIN sebanyak 3 kali, terjadilah pemblokiran ATM. Untuk pindah dari menu satu ke lainnya, akan diminta masukkan PIN kembali.
·         Testability
o   Analisis Faktor Simplicity dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 25%, karena pada ATM ini, untuk memilih menu sangat mudah karena bahasanya yang cukup baik, dan untuk bertransaksipun juga mudah karena tidak merepotkan nasabah atau pengguna ATM ini.
o   Analisis Faktor Modularity dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 25%, karena sebelum transaksi transfer di proses, maka mesin ini akan menampilkan informasi verifikasi apakah benar informasi yang akan ditransfer, jika ya, maka proses akan berjalan.
o   Analisis Faktor Instrumentation dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 25%, karena setiap menu, sudah memiliki fungsinya masing-masing, dan tidak ada satupun yang salah menampilkan menu, dan tidak terjadi error ketika dioperasikan.
o   Analisis Faktor Self-Documentation dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 25%. Apabila kita melakukan transaksi, seperti transfer, pengambilan tunai dengan nominal yang kita tentukan sendiri, pembelian, dan pembayaran, maka mesin ini akan mencetak dokumen berupa kertas struk yang berisi informasi transaksi yang sudah dilakukan pengguna.
·         Reliability
o   Analisis Faktor Accuracy dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 50%. Tingkat keakuratan mesin ini sudah sangat baik, karena pada saat uji coba pengambilan tunai, dan hitung manual dilakukan sebelum dan sesudah transfer, hasilnya sesuai dengan saldo yang seharusnya, tidak ada kekurangan Rp. 1,- pun, begitu juga transfer dana sesuai tujuan.
(Gambar Tampilan Informasi Saldo)

o   Analisis Faktor Error Tolerance dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 50%, apabila terjadi kesalahan masukan PIN sebanyak 3kali, ATM akan diblokir. Dan transaksi tetap berlanjut meskipun kertas struk habis, namun apabila uang di ATM habis, maka transaksi tidak dapat dilakukan oleh pengguna.
·         Efficiency
o   Analisis Faktor Execution Efficiency dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 55% Pada saat pengambilan tunai dilakukan, waktu yang dibutuhkan dari sejak menekan tombol OK hingga uang dikeluarkan ialah ±8 detik atau kurang dari 10 detik, dengan waktu dari menekan tombol OK hingga kartu ATM keluar memakan waktu ±3 detik, dan setelah kartu ATM keluar hingga uang dikeluarkan dari mesin memakan waktu ±5 detik.
o   Analisis Faktor Storage Effieciency dari ATM Bank BRI
Nilai yang diberikan terhadap ATM BRI ini adalah 45%, karena pada saat pengambilan data ini, mesin ATM BRI ini bisa memenuhi kebutuhan pengguna, dalam arti stok uang yang ada dalam mesin masih sangat banyak. Dan pembatasan tarik tunai, artinya penarikan tunai hanya bisa diproses apabila pengambilan tunai berkelipatan nominal Rp. 50.000,-.